Kembali ke Explore
Artikel14 Oktober 2026

Refleksi Diri

Sebenarnya ini adalah jawaban dari UTS mata kuliah PENS, namun sangat bagus untuk artikel.

Rasa Syukur: Menghargai dan Menjalani Kesempatan

Ada kalanya kesempatan kuliah, lingkungan belajar, atau hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan harapan awal. Refleksikan satu kesempatan yang saat ini kamu miliki tetapi belum kamu manfaatkan secara maksimal. Apa yang perlu kamu sadari dan hargai dari kesempatan tersebut, serta tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan selama tujuh hari ke depan untuk memanfaatkannya dengan lebih sungguh-sungguh?

Saya merasa bahwa saat ini saya memiliki banyak kesempatan luar bisa yang saya miliki, dan saya juga tahu bahwa kesempatan ini mungkin adalah harapan dari jutaan orang di luar sana, tetapi saya juga merasa bahwa saya belum memanfaatkan kesempatan itu secara maksimal. Saya ambil contoh salah satu kesempatan yang mungkin paling saya syukuri saat ini, yaitu Kuliah.

Saya merasa bahwa apa yang saya jalani saat ini, yaitu kuliah, merupakan peluang besar yang Allah berikan kepada saya yang harus saya syukuri, yaitu dengan melaksanakannya dengan baik. Namun saya merasa bahwa kegiatan perkuliahan saya masih belum saya jalani dengan sepenuh hati, dan saya begitu menyadari hal itu. Saya masih sangat tertinggal dari segi akademik dan pemahaman materi perkuliahan dibandingkan teman teman saya, dan saya merasa harus melakukan sesuatu untuk mengejar ketertinggalan itu. Namun sampai saat ini, saya belum melakukan langkah pasti untuk menambal gap yang terbentuk di antara saya dan teman teman saya lainnya. Bahkan di pertengahan semenster ini saya masih suka melakukan banyak hal yang sia sia, misalkan seperti scrolling sosial media, menonton youtube, dan membaca komik, hingga saya seringkali lalai terhadap kewajiban saya seperti belajar dan mengerjakan tugas. Saya justru sering menghabiskan waktu pada hal yang tidak membangun diri saya, bukan pada hal bernilai seperti mempelajari ulang materi kuliah, belajar mandiri, dan lain sebagaiya. Saya tahu itu semua tidak benar, dan saya harus memperbaiki itu.

Setelah ini, saya akan mencoba memperbaiki kehidupan saya dengan perlahan, tidak hanya dengan tulisah di atas kertas, namun aksi nyata yang membangun. Sebagai contoh, mungkin dalam tujuh hari kedepan, saya akan memetakan mimipi dan tujuan saya, khususnya pada perkuliahan. Kemudian saya akan menulis secara rinci langkah langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Jadi setiap harinya, saya akan mencoba menjalankan langkah langkah tersebut dengan perlahan dan konsisten, serta membuat review harian untuk melihat progres perbaikan yang saya lakukan. Saya yakin saya bisa!

Paradigma

Sebagai mahasiswa, kamu dituntut untuk mandiri, berpikir kritis, memecahkan masalah berdasarkan bukti, bekerja sama, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Untuk setiap  hal-hal diatas (mandiri, berpikir kritis, memecahkan masalah berdasarkan bukti, bekerja sama, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi) apa kebiasaan atau cara berpikir yang sudah bagus menurut kamu dan mana perlu kamu perbaiki agar menjadi mahasiswa yang lebih bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Mengapa hal itu penting, dan langkah konkret apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya dalam kegiatan kuliah atau kerja kelompok?

Saya sangat sering berinteraksi dengan teknologi, apalagi ketika menjalani perkuliahan, entah untuk mengerjakan tugas, membahas ulang materi kuliah, atau sekedar menghabiskan waktu. Salah satu teknologi yang saya rasa begitu melekat dengan kehidupan saya dan mahasiswa lainnya adalah AI.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kita seringkali menggunakan AI untuk membantu menyelesaikan tugas kita dengan lebih efisien. Namun saya merasa bahwa hal ini memiliki dampak yang kuran baik kedepannya. Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan intuisi penalaran adalah kemampuan dasar manusia yang begitu penting, dan semua hal tersebut dapat dibentuk dan diasah ketika manusia sedang berpikir. Buruknya, AI mengambil alih kegiatan penting itu dan membua kita lebih sedikit berinteraksi dengan pikiran kia, dan itulah yang saya rasakan.

Saya menyadari bahwa akhir akhir ini, interaksi saya dengan teknologi menjadi kurang sehat. Saya seringkali terjebak dalam ilusi kebahagiaan semu yang diberikan oleh teknologi, misalkan sosial media. Saya juga merasa bahwa kemampuan dasar saya sebagai manusia seringkali terabaika akibat penggunaan teknologi yang kurang tepat.

Saya akan memperbaiki cara saya berinteraksi dengan teknologi dan memanfaatkan dengan lebih baik lagi. Sebagai contoh mungkin seperti pembatasan akses hiburan yang berlebihan, sampai penggunaan teknologi untuk membantu kegiatan akademik saya.

Growth Mindset

Ceritakan satu pengalaman ketika kamu gagal, misal : mendapat nilai yang kurang memuaskan, menerima kritik, atau merasa tidak mampu menguasai sesuatu atau hal-hal yang membuat kamu merasa gagal dan tidak mampu. Jika menghadapi pengalaman serupa, dengan growth mindset  bagaimana kamu akan mengubah cara pandangmu, pelajaran apa yang akan kamu ambil, dan usaha atau latihan apa yang akan kamu lakukan agar berkembang tanpa menyalahkan diri sendiri maupun orang lain?

Saya pernah gagal dalam berbagai hal, misal saat perlombaan. Ketika saya SMK dulu, saya mengikut begitu banyak perlombaan, terkait teknologi maupun tidak. Namun seringkali saya mengalami kegagalan yang terkadang membuat saya putus asa dan patah semangat. Kemudian saya menyadari bahwa kecewa itu tidak apa apa, teapi usaha dan belajar itu tidak boleh berhenti.

Saya merasa semangat ketika kembali mengingat tujuan saya. Saya bangkit dan merangkul kembali kekalahan untuk dan menjadikannya pelajaran berharga dalam hidup saya. Saya mengubah cara pandang saya bahwa kekalahan bukanlah akhir, namun awal dari perjalanan saya berikutnya. Saya mulai memperbaiki diri dan mulai memeriksa kesalahan apa yang dapat saya perbaiki, dan hal apa yang bisa saya tingkatkan. Pada akhirnya, saya meraih beberapa prestasi yang cukup membanggakan, mungkin bukan yang terhebat, namun itulah tolak balik kebaikan dalam hidup saya.

Student Self-Management

Perhatikan bagaimana kamu menggunakan waktu, menentukan prioritas, menjaga konsistensi belajar, mengelola distraksi gadget, dan mengatur waktu istirahat. Tentukan satu kebiasaan yang paling sering menghambat perkembanganmu. Buatlah komitmen perubahan yang realistis untuk tujuh hari ke depan dengan menyebutkan tindakan harian, waktu pelaksanaan, cara mengurangi distraksi, dan cara mengevaluasi apakah kamu berhasil menjalankannya

Jujur, saya merasa sangat sulit dalam hal manajemen diri, seperti manajemen waktu. Saya seringkali menghabiskan waktu untuk interaksi dengan sosial, padahal tidak memiliki kepentingan. Kedepannya, saya akan berkomitmen untuk memperbaiki kebiasaan saya, misal dengan membuat to do list untuk tugas yang haus saya kerjakan, agar saya memiliki panduan pasti, kemana saya menggunakan waktu yang saya miliki.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

Komentar akan ditinjau sebelum dipublikasikan.